BMKG Warning Desember Hujan Lebat, El Nino di RI Berakhir?

Warga menerobos banjir menggunakan sepeda motor di kawasan Seskol, Jakarta, Rabu (4/1/2023). Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di DKI Jakarta. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) 

Foto: Warga menerobos banjir menggunakan sepeda motor di kawasan Seskol, Jakarta, Rabu (4/1/2023). Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di DKI Jakarta. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis analisis perkembangan musim hujan dasarian III bulan November 2023, yang mencatat sebanyak 30% wilayah di Indonesia telah memasuki musim hujan. Di sisi lain, BMKG menyebut, fenomena El Nino yang jadi pemicu kekeringan ekstrem di saat musim kemarau sejak bulan Juli 2023 lalu ternyata belum berakhir.

Wilayah yang sedang mengalami musim hujan meliputi Aceh, Sumatra Utara, sebagian besar Riau, sebagian besar Sumatra Barat, sebagian kecil Bengkulu, sebagian Jambi, sebagian besar Sumatra Selatan, sebagian besar Bangka Belitung, sebagian Lampung, sebagian Banten, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah bagian tengah, sebagian besar Kalimantan Barat, sebagian besar Kalimantan Tengah, sebagian kecil Kalimantan Utara, sebagian besar Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Utara, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Papua Barat dan sebagian Papua.

Lalu bagaimana untuk prakiraan cuaca di bulan Desember ini?

Menurut BMKG, pada dasarian pertama bulan Desember ini, aliran massa udara di wilayah Indonesia diprediksi masih didominasi oleh angin timuran di selatan ekuator, dengan kecepatan melemah. Sebagai informasi, angin timuran bagi Indonesia adalah salah satu indikator musim kemarau.

“Suhu rata-rata permukaan berkisar 23-27 derajat Celcius dan diprediksi hingga Dasarian III Desember 2023 berkisar 12-29 derajat Celcius. Prediksi suhu minimum berkisar 9-28 derajat Celcius dan prediksi suhu maksimum berkisar 16-36 derajat Celcius,” dikutip dari keterangan resmi di situs resmi BMKG, Senin (4/12/2023).

BMKG tak mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis.

Namun BMKG mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk sejumlah wilayah dengan level berbeda, yaitu:

– Waspada

di Kabupaten di Provinsi Aceh, Bali, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, Sumatra Utara.

– Siaga

di Kabupaten di Provinsi Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat.

– Awas

di Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Pada umumnya diprediksi curah hujan berada di kriteria rendah-menengah (0-150 mm/dasarian),” jelas BMKG.

Wilayah yang diprediksi mengalami hujan kategori tinggi (>150 mm/dasarian) sebagai berikut :

– Dasarian I Desember 2023

meliputi sebagian Aceh bagian barat, sebagian Sumatra Utara, sebagian Riau, sebagian Sumatra Barat, sebagian Bangka Belitung, sebagian kecil Jawa Barat, sebagian kecil Jawa Tengah, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian Bali, sebagian kecil NTT, sebagian besar Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Timur, sebagian kecil Sulawesi Selatan, sebagian Maluku dan sebagian Papua.

– Dasarian II Desember 2023

meliputi sebagian Kalimantan Barat, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian NTT dan sebagian Papua.

– Dasarian III Desember 2023

meliputi sebagian Aceh bagian barat, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Papua.

Perkembangan El Nino

http://jusnarte.com Sementara itu, BMKG mengungkapkan, hasil monitoring ENSO Dasarian III November 2023 menunjukkan indeks ENSO (+2.194), sedangkan IOD sebesar (+1.709).

“Kondisi IOD positif diprediksi bertahan hingga akhir tahun 2023, sedangkan El Nino diprediksi terus bertahan setidaknya hingga April 2024,” tulis BMKG.

Fakta Baru Gaza: Israel ke Selatan, Tak Ada Lagi Tempat Aman

Sebuah tank militer Israel meluncur di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza, Minggu (3/12/2023). (Menahem KAHANA / AFP) 

Foto: Sebuah tank militer Israel meluncur di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza, Minggu (3/12/2023). (Menahem KAHANA / AFP)Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia – Tentara Israel pada Senin (4/12/2023) mulai mengirim puluhan tank ke Gaza selatan sebagai bagian dari perluasan tindakan terhadap Hamas meskipun ada kekhawatiran global atas meningkatnya kematian warga sipil.

Beberapa minggu setelah Israel mengerahkan pasukan darat di bagian utara Jalur Gaza, tentara Israel telah menyebarkan selebaran di bagian selatan, yang meminta warga Palestina untuk melarikan diri ke daerah lain.

Adapun Israel telah berjanji untuk menghancurkan Hamas sebagai pembalasan atas serangan kelompok militan tersebut pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan diculiknya 240 orang sebagai sandera.

Baca: Sidang Kasus Korupsi Netanyahu Dilanjutkan, Begini Nasibnya

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan hampir 15.900 orang telah tewas di wilayah tersebut, sekitar 70% di antaranya adalah wanita dan anak-anak, selama pemboman udara, artileri, dan angkatan laut Israel yang tiada henti bersamaan dengan operasi daratnya.

Jumlah korban tersebut telah memicu kekhawatiran global dan demonstrasi massal.

The Elders, sekelompok pemimpin global, menuduh Israel melakukan tindakan yang “tidak proporsional” dan meminta pemerintah yang memberikan bantuan militer kepada Israel untuk memikirkan kembali pendekatan mereka.

Kelompok tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pembalasan Israel “telah mencapai tingkat ketidakmanusiawian terhadap warga Palestina di Gaza yang tidak dapat ditoleransi”.

“Lebih banyak pembunuhan bukanlah jawabannya. Negosiasi adalah cara untuk mengakhiri konflik ini,” kata mereka, dilansir AFP, Selasa (5/12/2023).

Tank, pengangkut personel lapis baja, dan buldoser terlihat pada Senin di dekat kota Khan Yunis di Gaza selatan, yang dipenuhi pengungsi Palestina.

Sementara itu, di pintu masuk rumah sakit Nasser di kota yang ramai, ambulans dan mobil pribadi mengantarkan para korban yang dalam keadaan linglung, berlumuran darah, dan tertutup debu.

Berharap untuk melarikan diri dari pengeboman, yang lain terus bergerak lebih jauh ke selatan. Namun, serangan udara terus mengikuti mereka hingga ke perbatasan selatan.

“Masyarakat meminta saran mengenai di mana mencari keselamatan,” tutur Thomas White, direktur Gaza untuk PBB untuk badan pengungsi Palestina, UNRWA. “Tidak ada yang perlu kami sampaikan kepada mereka.”

Baca: 9 Update Gaza, Korban Perang Bertambah-Warga Ditangkap

Kesaksian Warga

Amin Abu Hawli (59) mengatakan kendaraan Israel berada dua kilometer di dalam Gaza di desa Al-Qarara, sementara Moaz Mohammed (34) mengatakan tank Israel bergerak di jalan raya utama utara-selatan di jalur tersebut.

Militer berusaha memotong jalan antara Deir al-Balah di Gaza tengah dan Khan Yunis, “menembakkan peluru dan tank ke arah mobil dan orang-orang yang mencoba melewati daerah tersebut,” kata Mohammed.

Tentara mengatakan mereka mengambil tindakan “agresif” terhadap “Hamas dan organisasi teroris lainnya” di Khan Yunis, dan memperingatkan bahwa jalan utama di utara dan timur kota “merupakan medan perang”.

Walaa Abu Libda menemukan tempat berlindung di rumah sakit Al-Aqsa Deir al-Balah tetapi mengatakan putrinya yang berusia empat tahun masih terjebak di bawah reruntuhan.

“Saya tidak tahu apakah dia hidup atau mati,” kata Libda, salah satu dari sekitar 1,8 juta orang yang mengungsi di Gaza – sekitar tiga perempat dari populasi.

Baca: Roket Tembak Kapal Inggris di Laut Arab

“Seperti Gempa Bumi”

Di kota Rafah di Gaza selatan, Abu Jahar al-Hajj mengatakan serangan udara di dekat rumahnya terasa “seperti gempa bumi”.

“Potongan beton mulai menimpa kami,” katanya.

Presiden Komite Internasional Palang Merah Mirjana Spoljaric, yang mengunjungi Gaza, menggambarkan penderitaan yang dialaminya sebagai hal yang “tidak dapat ditoleransi”.

Kondisi makin memburuk pada hari Senin dengan semua layanan seluler dan telepon di seluruh Gaza terputus “karena terputusnya rute serat utama dari pihak Israel,” kata perusahaan Paltel.

Warga Gaza sudah kekurangan makanan, air, dan kebutuhan penting lainnya termasuk bahan bakar.

Sekutu Israel, Amerika Serikat, telah meminta Israel untuk membiarkan lebih banyak bahan bakar masuk.

Baca: Israel Perintahkan Warga Gaza Keluar dari Wilayah Ini

Seruan Evakuasi

AS mengintensifkan seruan untuk melindungi warga sipil Gaza, dan juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller menyuarakan pujian atas tindakan Israel ketika kampanye mereka meluas di wilayah selatan.

“Kami telah melihat permintaan evakuasi yang lebih tepat sasaran dibandingkan kampanye sebelumnya di wilayah utara,” katanya. “Jadi ini merupakan perbaikan dari apa yang terjadi sebelumnya.”

Israel mengatakan bahwa mereka tidak berusaha memaksa warga sipil Palestina untuk meninggalkan rumah mereka secara permanen.

“Kami telah meminta warga sipil untuk mengevakuasi medan perang dan kami telah menyediakan zona kemanusiaan di dalam Jalur Gaza,” kata juru bicara militer Jonathan Conricus, merujuk pada wilayah pesisir kecil di wilayah tersebut yang bernama Al-Mawasi.

Adapun setiap usulan mengenai pembubaran warga Palestina sangat kontroversial di dunia Arab karena perang yang berujung pada berdirinya negara Israel 75 tahun lalu telah memicu eksodus atau pengungsian paksa 760.000 warga Palestina.

Baca: Awas Perang Gaza Nyebar, Netanyahu Ancam Hancurkan Lebanon

Kekacauan Meningkat

Di PBB pada Senin, perwakilan Israel dan Palestina saling bertukar tuduhan “genosida” atas perang tersebut, dan kedua belah pihak menuntut tanggapan internasional.

Sementara itu, karena kekhawatiran akan terjadinya kekacauan regional yang lebih luas, tentara Israel mengatakan mereka telah melancarkan serangan artileri sebagai tanggapan terhadap tembakan lintas batas dari Lebanon dan jet tempurnya mengenai sasaran yang terkait dengan kelompok militan Hizbullah Lebanon yang didukung Iran.

Tepi Barat yang diduduki Israel juga mengalami peningkatan kekerasan, dengan lebih dari 250 warga Palestina tewas di sana sejak perang dimulai.

http://kueceng.com Kementerian Kesehatan Otoritas Palestina mengatakan pada Senin bahwa dua orang lagi ditembak mati dalam serangan Israel di kota Qalqilya, dan orang ketiga di kamp pengungsi Qalandia, sementara dua orang tewas di dekat Hebron.