Heboh Skandal Bank buat Pekerja Seks Inggris Teriak, Ada Apa?

Seseorang berjalan melewati bendera Inggris di Tea & Sympathy di West Village, New York, Kamis (8/9/2022).. Tea & Sympathy in the West Village adalah satu-satunya restoran Inggris yang dimiliki dan dioperasikan di Manhattan. (Photo by Alexi Rosenfeld/Getty Images) 

Foto: Inggris (Photo by Alexi Rosenfeld/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia – Para pekerja seks komersial (PSK) yang berbasis di London, Inggris, ramai-ramai mengeluarkan kritik kepada bank-bank di negaranya. Hal ini terkait skandal perbankan yang mengguncang negeri itu, menyangkut bagian dari salah satu bank terbesar di Inggris, NatWest Group, Coutts Bank.

Para PSK menilai bank Inggris kini menjadi “polisi moral”. Hal itu dipandang amat konyol mengingat fungsi aslinya tak terkait itu.

Baca:“Malapetaka” Baru Bumi Makan Korban Baru: Spanyol

“Sungguh konyol bahwa lembaga keuangan dapat bertindak seperti penengah moral,” kata salah satu perwakilan PSK bernama Marin Scarlett, dimuat AFP, Selasa (8/8/2023).

Scarlett sendiri yang berusia 30-an, mulai bekerja sebagai PKS 15 tahun yang lalu. Dia menuduh bank-bank Inggris menerapkan pengawasan yang tidak masuk akal dan tidak semestinya kepada mereka yang ada di industri tersebut.

Baca:Xi Jinping Pening, Persediaan Tenaga Kerja China Segera Habis

“Meskipun saya tahu semua yang saya lakukan legal, Anda merasa malu dan terstigmatisasi,” katanya lagi menyinggung penutupan akun bank sepihak yang telah ia rasakan sejak 2018.

“Apa maksudmu dengan evaluasi? Itu uangku!,” tambah Juru Kampanye Aliansi Hak Pekerja Seks Eropa itu menuturkan akunnya akan dibekukan selama enam bulan.

Baca:Jokowi Respons RI Daftar Resmi Jadi Sekutu Putin-Gabung BRICS

Penutupan rekening bank Inggris telah meningkat setiap tahun sejak 2016-2017. Menurut data yang dikumpulkan oleh pengawas Financial Conduct Authority, lebih dari 1.000 ditutup setiap hari pada 2021-2022.

Sebelumnya kasus Coutts Bank memicu kontroversi saat menghentikan rekening bank tokoh Brexit bernama Nigel Farage. Ia adalah mantan penyiar berita Inggris dan politisi pemimpin Partai Brexit dari 2019-2021.

Coutts mengindikasikan bahwa nilai rekening Farage berada di bawah kriteria. Pasalnya pembayaran hipoteknya akan habis.

Baca:8 Update Perang Rusia Ukraina, Bom Baru Putin-Bunuh Zelensky

Bank ini mengharuskan klien http://gondrongjabrik.com untuk menyimpan minimal £1 juta (sekitar Rp 19 miliar) dalam bentuk investasi atau pinjaman dan £3 juta (sekitar 58 miliar) dalam bentuk tabungan. Namun tak disebut belas berapa investasi atau tabungan pria 59 tahun itu.

Farage kemudian mengajukan permintaan akses akan data-data dirinya di bank untuk diterbitkan. Ujungnya, ia mengklaim penghentian tersebut ternyata karena pandangan politiknya

Akibat ini, CEO NatWest Group Alison Rose mengundurkan diri, akhir Juli. Pasalnya, Rose sempat mengakui pernah berdiskusi soal detil akun bank Farage dengan seorang reporter media kenamaan Inggris, BBC.

Ia mengaku membahas hubungan Nigel Farage dengan bank ke seorang jurnalis adalah ‘kesalahan penilaian yang serius’. Perusahaan kemudian menegaskan telah menunjuk Paul Thwait untuk menggantikan Rose.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*