Perang Dagang Jilid II AS-China Panas, Xi Jinping Lakukan Ini

ARE  

US President Joe Biden (R) and China's President Xi Jinping (L) meet on the sidelines of the G20 Summit in Nusa Dua on the Indonesian resort island of Bali on November 14, 2022. (Photo by SAUL LOEB / AFP) Foto: AFP/SAUL LOEB

Jakarta, CNBC Indonesia РChina mengisyaratkan akan menanggapi langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk membatasi investasi AS pada teknologi canggih negara itu. Hal ini dilakukan saat hubungan kedua adidaya Pasifik itu memanas.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China Shu Jueting mengaku telah bertemu dengan para pengusaha untuk memahami dampak perintah tersebut. Pihaknya menyebut akan melakukan penilaian dampak secara komprehensif sebelum mengambil tindakan lanjutan.

Baca:Asing Sorot Pilpres RI, Sebut Capres Ini Unggul Karena…

Atas dasar itu, kami melakukan penilaian komprehensif terhadap dampak perintah eksekutif, dan akan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan berdasarkan hasil penilaian tersebut,” kata Shu kepada¬†CNBC International, dikutip Jumat (18/8/2023).

Ketika ditanya tentang rencana Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo untuk mengunjungi China, Shu menolak untuk mengkonfirmasi waktu. Namun ia mengatakan kedua negara tetap menjalin komunikasi yang erat.

Baca:Biden Tiba-Tiba Kirim Pesan ke Jokowi, Ada Apa?

Presiden AS Joe Biden pekan lalu menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan membatasi investasi AS ke semikonduktor China, komputasi kuantum, dan perusahaan kecerdasan buatan. Biden beralasan langkah ini terkait masalah keamanan nasional.

Departemen Keuangan AS sebagian besar bertanggung jawab untuk implementasi kebijakan itu. Saat ini, lembaga itu sedang mengumpulkan komentar publik untuk membentuk rancangan peraturan.

Baca:Utang Rp 4.400 T, Raksasa China Evergrande Umumkan Bangkrut

Hubungan antara AS dan China memanas setelah pendahulu Biden, Donald Trump, melancarkan perang dagang dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu. Trump menjatuhkan tarif yang tinggi terhadap barang asal China dengan alasan untuk melindungi produk AS.

Awalnya diharapkan Biden akan lebih melunak dengan China. Namun ternyata Biden juga memiliki pandangan yang negatif terhadap Beijing mengenai beberapa hal seperti Xinjiang dan penyerangan aktivis demokrasi Hong Kong. Bahkan, Biden pernah menyebut Presiden China Xi Jinping sebagai seorang “preman”.

Selain itu, http://darsalas.com hubungan keduanya juga memanas terkait Taiwan. Biden pernah menegaskan komitmennya untuk membela pulau itu bila China datang menyerang. Diketahui, Beijing selalu menegaskan klaim bahwa pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tiu adalah bagian integral dari kedaulatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*